<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Asiaid - Lovely Indonesia</title>
	<atom:link href="http://asiaid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asiaid.wordpress.com</link>
	<description>Cinta Negara, Hormat Tetangga</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Apr 2011 11:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asiaid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Asiaid - Lovely Indonesia</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asiaid.wordpress.com/osd.xml" title="Asiaid - Lovely Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asiaid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Zionist yang maha ketakutan dengan Islam</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2011/04/07/zionist-yang-sangat-ketakutan-dengan-islam/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2011/04/07/zionist-yang-sangat-ketakutan-dengan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 03:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasionalism]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Sociolife]]></category>
		<category><![CDATA[Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[zionist]]></category>
		<category><![CDATA[zionisme]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Well, setelah Irak, Afghanistan, Tunisia, Libya, sekarang Iran dan next Venezuela(?), mana lagi yg bakal diobrak-abrik Amerika? Seluruh dunia!!! Dengar-dengar memang salah satu alasan mereka menghajar negeri-negeri muslim adalah karena minyak. Saya lupa link-nya (saya ketemu ntar), tapi pernah baca kalo saran selanjutnya (next-target) adalah Venezuela, salah satu pengekspor minyak papan atas. Saat ini alasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=34&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Well, setelah Irak,  Afghanistan, Tunisia, Libya, sekarang Iran dan next Venezuela(?), mana  lagi yg bakal diobrak-abrik Amerika? Seluruh dunia!!!</p>
<p>Dengar-dengar  memang salah satu alasan mereka menghajar negeri-negeri muslim adalah  karena minyak. Saya lupa link-nya (saya ketemu ntar), tapi pernah baca  kalo saran selanjutnya (next-target) adalah Venezuela, salah satu  pengekspor minyak papan atas.</p>
<p>Saat ini alasan yg terlihat  adalah minyak bumi, alasan tak terlihat yg membuat Amerika selalu  melancarkan aksi militer ke banyak negara, dan negara-negara itu selalu  berada di selatan khatulistiwa! Amerika mengatasnamakan menjaga  stabilitas politik negara yg lagi kacau dan mencatut mandat PBB.  Kebetulankah?</p>
<p>Minyak memang barang luar biasa mewah bila  dipandang sebagai aset. Brunei kaya minyak, tapi mereka terlalu kecil  sebagai negara. So, dg joint-venture (baca: dikuasai)nya &#8220;pertamina&#8221;  Brunei bersama Shell, maka urusan ini bisa dianggap &#8220;selesai&#8221;.</p>
<p>Negara-negara  Afrika, mereka dilihat dari banyak aspek memang &#8220;relatif gampang&#8221;  ditaklukkan. Buktinya Tunisia, Libya yg super kaya minyak, Mesir juga  dalam semalam saja diobrak-abrik oleh Zionis, sekali lagi dg taktik adu  domba dalam negeri. Mereka itu memang negara yg tercatat kaya minyak  semua&#8230;</p>
<p>Taktik adu domba dalam negeri ini memang taktik klasik yg masih tetap uptodate dan ampuh sampai detik ini.</p>
<p>Inilah  taktik yg selalu digunakan oleh Mossad, agen intelejen tercanggih di  dunia milik Israel. Lho, apa hubungannya Israel dg Amerika? Jelas sekali  gans, Amerika kan anak cabangnya Israel. Lihat saja hubungan mereka tak  pernah tak harmonis&#8230; Loe salah, gue maafkan. Demikian bolak-balik  mereka berdua.</p>
<p>Nilai bantuan militer Amerika luar biasa  besar ke Israel. Bahkan ini bisa dibaca bahwa: Israel sedang mengutip  pendapatan negara Amerika sebagai anak kacangnya!</p>
<p>Berbagai  perusahaan di Amerika, risetnya dikendalikan di dan dari Israel.  Kebetulankah? Atau memang impelementasi protokol zionis, yg sangat  mengagungkan hak cipta? Bisa kita telaah dan kita pelajari, hak cipta  (keilmuan) sebenarnya sangat bertentangan dg prinsip keislaman&#8230;</p>
<p>So,  mengatakan Amerika pada hal teknik penjajahan modern-nya yg berlindung  di balik hukum internasional, sebenarnya sama saja mengatakan  perpanjangan tangan Israel&#8230; (well, siapa juga yg tahu kalo hukum  internasional mungkin dibuat juga oleh tim perancang zionist?)</p>
<p>Di  balik keruntuhan kesultanan Utsmani (ottoman) Turki konon tersiar kabar  sangat kuat ada Mossad di belakangnya. Mossad juga pakai strategi yg  sama persis: mengadu domba sebagaian rakyat Turki yg dicuci otak dengan  &#8220;kemuakan terhadap sultan&#8221; dan akhirnya berdirilah republik Turki  sekuler.</p>
<p>Untungnya Pak Recep Tayyib (Radjab Thayib) Erdogan sadar akan kekeliruan ini dan berbalik kontra Israel.</p>
<p>Iran, yg saat ini digoyang, memang urutan setelah Irak, Afghanistan, Iran sekarang, dan Venezuela selanjutnya.</p>
<p>Cuma  di pertanyaan saya, kalo Amerika sebegitu ketakutan dg minyak, kenapa  Eropa yg notabene juga negara maju adem-ayem saja? Mengapa mereka juga  tak panik akan ancaman kehabisan minyak di masa mendatang?</p>
<p>Well,  ada beberapa alasan tentang hal ini. Pertama, bahwa Yahudi juga lahir  kembali (reborn) dan besar di Eropa (setelah bani Israel terusir ulang  dari timur tengah dan menyebar ke penjuru Eropa, khususnya Eropa timur,  Germany, Inggris, dan Rusia serta hampir seluruh penjuru Eropa plus  Ethiopia di Afrika), maka kekuatan sambungan mereka di Eropa masih cukup  kuat.</p>
<p>Maka dg cukup yahudi di Amerika saja yg bergerak, maka &#8220;Eropa&#8221; nurut-nunut-manut.</p>
<p>Analisis  lain, karena Eropa sebagai trend-setter teknologi (Amerika sebenarnya  bisa dibilang nggak ada apa-apanya kalo masalah teknologi dibanding  Eropa), maka Eropa masih bisa hidup mandiri dg teknologi baru mereka  untuk mengatasi minyak. Misalnya dg wind-mill atau mobil listrik sebagai  sumber energi baru mereka (saat ini sudah produceable, dan 2050 eropa  akan melarang kendaraan BBM di perkotaan).</p>
<p>Protocol zion  memang ada yg bilang hoax (jangan-jangan tim komunikasi-informasi  zionist yg bilang ini hoax). Namun kenyataannya, 25 pasal menguasai  dunia melalui strategi penjeratan hutang ke negara-negara  (miskin/berkembang); strategi penjebakan generasi muda dg narkoba dan  seks bebeas; strategi penguasaan pemerintah dg membonekakan penjabat,  melalui suap uang atau perempuan; dll. nyatanya memang terlihat  berkembang seragam di negara-negara dunia ketiga&#8230;</p>
<p>Well, kami pribadi yakin, Indonesia juga telah menjadi korban skenario zionist sejak lama.</p>
<p>Saya  nggak mengatakan kasus jatunya Sukarno dan Suharto adalah murni  kelakuan zionist. Nyatanya secara faktual sejarah, kelakuan mereka juga  aneh-aneh. Sukarno doyan perempuan, Suharto mata duitan. Kelemahan ini  yg kemudian dimanfaatkan zionist atas nama rakyat untuk jadi bahan  perguncingan hingga penggulingan. Yg akhirnya Indonesia kembali di-trap  dg hutang luar negeri atas nama pemerintah(an) yg baru&#8230; (re-new  orde&#8230;) Sedih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Well, sebenarnya ada barang super sakti buat menangkal zionisme, atau upaya buruk apapun meski tak terkait zionisme: Al-Quran!</p>
<p>Quran  memiliki hukum teknis yg luar biasa detail. Selain mengatur hukum  keesaan Tuhan (tauhid) dan hukumkasih sayang sesama manusia dan makhluk  Tuhan lainya, Quran mengatur hukum yg sangat detail; hukum waris; hukum  utang-piutang; hukum terhadap pencurian; hukum menyembelih biantang;  hukum jual-beli; hukum bertetangga dan bermasyarakat; dan bahkan ini yg  paling &#8220;ditakuti&#8221; keparatur pemerintahan manapun: hukum bernegara dan  berpemerintah!</p>
<p>Quran tidak pernah mengatur bentuk negara.  Namun Quran tegas dan jelas menyatakan bagaimana sebuah negara harus  dikelola. Bahwa pemerintahan adalah amanah yg harus dikembalikan ke  rakyat, banyak ayat yg saling-silang menyatakan hal demikian. Ayat-ayat  yg saling menguatkan dan tak pernah sedikitpun bertabrakan sama sekali!</p>
<p>Ini  yg &#8220;mengerikan&#8221; bagi strategi zionist&#8230; Ya, ketakutan mereka memang  bukan di komunisme, sosialisme, dll. Ketakutan mereka memang hanya satu:  Islam!</p>
<p>Agama yg disebarkan dg kedamaian ini, memang bisa tiba-tiba &#8220;menjadi buas dan mengangkat pedang&#8221; saat mempertahankan kebenaran.</p>
<p>Makanya  zionist tak pernah menantang pedang Islam.. Yg mereka usik adalah:  kebenaran Islam itu sendiri&#8230; Selalu dikatakan bukan kebenaran hakiki  dan satu-satunya. Goyahlah semua umat muslim..</p>
<p>Meski tetap  dilakukan, zionist sudah kelelahan melawan muslim dg memborbardir trend  mode busana mini dan seksi: busana ketat yang menonjolkan buah dada;  celana yang sejengkal dan membuka paha; dll. Kini mereka berubah  strategi: dg jilbab seksi dan jilbab ketat!</p>
<p>Jilbab  (hijab), aturan busana yg memang merupakan detail implementasi  aturan/hukum Islam dirusak dan digoyahkan&#8230; Hasrat manusia tentang  keindahan (yg atas nama Tuhan) diselwengkan menjadi keindahan satanic.  Jilab dimodifikasi sedemikian rupa melalui agen-agen zionist menjadi  jilbab ketat yang tetap menonjolkan buah dada dan lekuk pinggul  perempuan pemakainya&#8230; Hancurlah sudah citra keagungan hijab  benar-benar dalam sekejap!</p>
<p>Sesama muslim pun akhirnya  bertikai&#8230; Alih-alih memperingatkan saudarinya, yg diperingatkan merasa  seolah mereka disalahkan! Hal sepele yang berdampak besar inilah memang  yang terus-terusan digali dan dicari oleh zionist&#8230;!!!</p>
<p>Padahal,  dg meyakini kebenaran hakiki Islam, justru muslim akan menjadi umat yg  pengayom yg sangat pengayom; penyambung-rasa yg hangat dan ikhlas, dan  saudara yg sangat-amat baik dan erat terhadap umat agama lain!!! Karena  Islam melarang keras muslim untuk melukai atau mencederai umat agama  lain bahkan secara sedikitpun!!!</p>
<p>Sementara dg kebenaran yg  tergoyahkan oleh zionist, muslim akan menjadi umat yg tak punya  pegangan: mereka akan menjadi muslim buta yg suka mencerca agama lain;  suka merendahkan penganut kepercayaan lain; suka kaku dan salah  mengartikan ketegasan hukum Islam menjadi kekerasan hukum kesalahan&#8230;</p>
<p>Bila ini semua terjadi, tertawalah zionist di ujung dunia sana, atau mungkin di sebelah rumah kita.. di Indonesia!!!</p>
<p>(So,  marilah jadi muslim yg muslim sebenarnya.. muslim yg berpegang  kuat..wat..wat pada akidah dan fiqih Islam, yg mana salah satu  implementasinya adalah menjadi pengayom dan saudara erat umat beragama  lain&#8230;) CMIIW</p>
<p>-Freema H. Widiasena, in loving suport by Deasy Widiasena-<br />
Solilokui siang dingin hari&#8230;</p>
<p><strong>Tambahan referensi:</strong></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://vahn-saryu1.blogspot.com/2010/06/freemason-dan-illuminati-bukan-rahasia.html" target="_blank">http://vahn-saryu1.blogspot.com/2010/06/freemason-dan-illuminati-bukan-rahasia.html</a></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.jesus-is-savior.com/Evils%20in%20Government/Federal%20Reserve%20Scam/satan_on_our_dollar.htm" target="_blank">http://www.jesus-is-savior.com/Evils%20in%20Government/Federal%20Reserve%20Scam/satan_on_our_dollar.htm</a></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.http//freemasonrywatch.org" target="_blank">http://www.http://freemasonrywatch.org</a></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/notes/deasy-dan-freema/the-protocol-of-zion/10150215792330400" target="_blank">http://www.facebook.com/notes/deasy-dan-freema/the-protocol-of-zion/10150215792330400</a> = <a rel="nofollow" href="http://gelombang-peradaban.blogspot.com/2007/03/protocol-of-zion-brief-content.html" target="_blank">http://gelombang-peradaban.blogspot.com/2007/03/protocol-of-zion-brief-content.html</a></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://archive.kaskus.us/thread/1251570" target="_blank">http://archive.kaskus.us/thread/1251570</a></p>
<p>http://mureo.com/news/simbol-antikristus-dajjal-dan-album-dewa-19.html</p>
<p>http://politik.kompasiana.com/2011/04/03/kepentingan-amerika-di-timur-tengah-adalah-untuk-minyak-dan-israel/</p>
<p>http://forum.kompas.com/showthread.php?30682-Sejarah-Lahirnya-Israel-dan-Bangsa-Ashkenazi-%28Khazar%29</p>
<p>http://www.akhirzaman.info/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=9:yahudi-ashkenazi-</p>
<p>Situsnya freemason(ry) sendiri <a rel="nofollow" href="http://www.freemasons-freemasonry.com/" target="_blank">http://www.freemasons-freemasonry.com/</a></p>
<p>Ada  dua kumpulan (playlist) diantara banyak kumpulan video yg bisa  menerangkan hal  tsb dg bukti yg sangat -lebih dari sekedar cukup- kuat  tentang skenario  zionist yg menginginkan satu platform dunia, yakni  Zeitgeist di sini <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/user/indotalisman#g/c/E1553875A809D733" target="_blank">http://www.youtube.com/user/indotalisman#g/c/E1553875A809D733</a> dan Isoteric Agenda di sini <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/user/indotalisman#g/c/5100A67DC75DDB1D" target="_blank">http://www.youtube.com/user/indotalisman#g/c/5100A67DC75DDB1D</a> Ditambah kumpulan video lokal yg cukup tajam juga analisis dan pembuktian faktualnya di sini <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/user/karkoons#grid/user/29EBFDFE4D5B60FC" target="_blank">http://www.youtube.com/user/karkoons#grid/user/29EBFDFE4D5B60FC</a> atau lebih luasnya di sini <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/user/karkoons" target="_blank">http://www.youtube.com/user/karkoons</a> Tapi  untuk melihat semuanya butuh waktu lama dan bandwith yang sangat   besar&#8230; Kami aja perlu beberapa hari buat download semuanya&#8230; Bagi yg  menginginkan kopi CD tsb silakan PM kami. Sumbangan atas perolehan CD  bisa dikirimkan langsung ke pemilik/produsen masing-masing clip/movie  (mereka opensources sebenarnya. Silakan menuju links tsb dan melanjutkan  ke website pemilik/produsennya untuk membaca term&amp;condition lebih  lanjut.)</p>
<p>Opini ini juga bisa dibaca di <a rel="nofollow" href="http://politik.kompasiana.com/2011/04/07/zionist-yang-sangat-ketakutan-dengan-islam/" target="_blank">http://politik.kompasiana.com/2011/04/07/zionist-yang-sangat-ketakutan-dengan-islam/</a> atau facebook http://www.facebook.com/note.php?&amp;note_id=10150216463900400</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=34&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2011/04/07/zionist-yang-sangat-ketakutan-dengan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan ringan 1 Ramadhan</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2009/08/22/catatan-ringan-1-ramadhan/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2009/08/22/catatan-ringan-1-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 21:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Sociolife]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/2009/08/22/catatan-ringan-1-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah&#8230; hari demi hari, hanya nikmat dan karunia-Nya yang kami dapatkan. Tak lain dan tak bukan. Si kecil yang semakin lucu dan cerdas. Sambungan internet yang lancar. Teman-teman yang banyak cerita, pesan, dan pengalaman. Pohon-pohon yang segar; sedap dipandang dan menghembuskan oksigen murni. Klien &#38; pekerjaan yang tiada putus. Serta rizki yang melimpah. Sampai -seperti- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=28&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230; hari demi hari, hanya nikmat dan karunia-Nya yang kami dapatkan. Tak lain dan tak bukan. Si kecil yang semakin lucu dan cerdas. Sambungan internet yang lancar. Teman-teman yang banyak cerita, pesan, dan pengalaman. Pohon-pohon yang segar; sedap dipandang dan menghembuskan oksigen murni. Klien &amp; pekerjaan yang tiada putus. Serta rizki yang melimpah.</p>
<p>Sampai -seperti- dini hari ini. Hari pertama Ramadhan tahun ini. Ramadhan yang setiap tahun senantiasa datang, Ramadhan yang datang berulang-ulang, selalu saja menebar damai, nyaman, dan nikmat. Selalu saja, semua ummat mengelu-elukan dan menyambutnya gembira. Dan akan selalu kehilangan bila ia telah lewat.</p>
<p>Ucap Pak Khatib bukan pemanis bibir belaka: kita memang akan selalu gembira bertemu Ramadhan dan akan senantiasa merindukannya setelah lewat untuk bertemu kembali. Namanya juga bulan penuh berkah, auranya lain. Hawanya lain. Nuansanya lain. Khasnya lain.</p>
<p>Ayat-ayat suci berkumandang lebih menggema dan membahana. Ucap, pikir, dan tindak tiba-tiba selaksa dituntut malaikat: bergerak dan berjalan lurus. Indah&#8230; indah&#8230; indah! Ia menendang setan: si hawa nafsu penjerumus segala kebiadaban. Hawa nafsulah yang menggerus isi dompet. Sehingga membuat hidup tak teratur dan tak terarah. Isi dompet yang habis, membuat percik dan kobar api pertengkaran menyala. Saling sikut, tuduh, jegal, dan bunuh. Dompet tebal, begitu menggerakkan kita untuk senantiasa beramal.</p>
<p>Ramadhan membuat semuanya luruh. Hilang rona tipu-tipu. Para pelacur menjadi luruh. Ia tidak lagi menyangkalkan pembenaran hidupnya demi memperjuangkan nyawa dan makan anaknya di rumah. Ia hanya luruh. Bahwa semua yang dijalankannya memang nista adanya. Namun hanya luruh, bahwa semua kembali kepada-Nya Sang Hakim Agung, Sang Berhak Pemvonis. Tempat satu-satunya dia bisa bersandar dengan ikhlas tanpa tuduhan dan penghakiman tendensius.</p>
<p>Polisi yang biasa makan uang tilang jadi luruh. Mukanya tertunduk penuh malu. Berdosa karena memberi makan anaknya dengan uang haram. Hati menangis melihat korban-korbannya yang tetap berlalu-lalang di jalanan.</p>
<p>Ramadhan, maling pun tobat. Entah kenapa di bulan ini mereka bisa terbuka hatinya. Tertutup mata teganya. Ramadhan membuat mereka luruh. Diam tak bergerak, luntuhlah-lantaklah hawa nafsunya untuk mengambil hak orang secara paksa. entah kenapa dan bagaimana, kala Ramadhan mereka ada saja mendapat makan. Dari order menjadi tukang/kuli tiba-tiba hingga satu-dua-banyak orang meminta bantuan tenaga. Malaikat datang memberi pengajaran kepada mereka. bahwa rizki halal itu selalu ada, nikmat, dan utuh.</p>
<p>Para PNS yang biasanya bekerja ogah-ogahan, atau bingung menyelesaikan pekerjaan karena mereka mendaftar tanpa kompetensi, tiba-tiba tangannya seolah bergerak dengan sendirinya. Otomatis. Bisa &#8220;nyandhak&#8221; (mengerjakan) ini-itu secara tiba-tiba bisa. Semua bergerak, kala hati dan batin mereka luruh. Ikhlas, berbersih.</p>
<p>Pedagang di pasar sontak membersihkan timbangannya. Timbangan tersendat itu sontak lancar. Timbang dan imbang. Mereka luruh. Nafsu keji mengambil untung sesat luruh, hilang, musnah. Yang ada hanyalah luruh, dan timbanganpun jadi imbang.</p>
<p>Ramadhan, adalah luruh yang ditebar sejuta milyar malaikat. Ramadhan, adalah masa di mana nafsu yang menjelma sebagai ambisi jadi pudar, luruh.</p>
<p>Seniman akan terluruh ambisinya untuk mencetak lagu yang tophits, nangkrik di puncak tangga nada, dan menghasilkan milyaran dari RBT. Seniman musisi terluruh ambisinya yang itu adalah peranakan nafsu. Dia terluruh, tangannya hanya menggoreskan lagu-lagu yang jujur, mulia, tertuntun oleh malaikat, terinspirasi oleh nurani, dan terherak oleh alam. Sontak lagu-lagunya justru jadi indah, riil, alami, dan tidak seperti sebelumnya yang penuh tipuan.</p>
<p>Manajer penjualan luruh ambisinya untuk mngejar angka yang itu sebenarnya adalah buah keserakahan, yang selama ini mengejar target penjualan yang di atas kemampuan pasar untuk mnyerapnya. Ramadhan membuat semua luruh. Ramadhan, manajer penjualan hanya menjual dengan ikhlas dan bersih, jujur dan murni. Ia akan menggenjot penjualan, namun benar-benar tak akan melebihi kemampuan pasar untuk menyerapnya. Dan, kala Ramadhan, sontak perhitungan kemampuan pasar menjadi riil dan jelas, pasti dan akurat. Dan justru lebih besar ternyata kemampuan pasar menyerap barang daripada yang disangkakan selama ini! Kenapa bisa? Sebab kita ikhlas menghitungnya, bukan dengan ambisi anak nafsu.</p>
<p>Ramadhan. Jika biasanya bagian promosi akan tega menutup poster promosi produk dari pesaing, kini tiba-tiba kita semua luruh. Melihat poster promosi produk pesaing yang lepas/robek sedikit, bukannya menimpahi atau menindas dengan poster produk kita, yang ada justru kita akan ikhlas menambal/mengelemnya. Dengan penuh senyum. Dan kita ikhlas untuk bergerak lagi mencari tempat yang masih belum terjamah. Sungguh persaingan yang indah. Dengan penuh senyum.</p>
<p>Ramadhan, di mana manajer yang biasanya pusing memikirkan presentasi dan merancang langkah strategis kini bisa menemukannya dengan ringan dan penuh idea, padat isi muatannya. Pasti langkah-langkah jitunya. Efektif dan efisien perencanaan dan perhitungannya. Ramadhan, saat di mana ide-ide itu mengalir deras, sangat deras, deras sekali!</p>
<p>Kaum kreatifpun tiba-tiba kebajiran ide kreatif. Dunia pun kebanjiran tuangan ide-ide kreatif mereka yang indah. Semua membuat poster, script, dan tuangan-tuangan ide kreatif tentang ramadhan. Mendidikkan puasa dengan bahasa gaul dan humoris. Menebar aura kemanusiaan dengan bahasa trendi dan keren.</p>
<p>Bahkan, para programmer pun lancar bekerja. Penuh ide dan ringan bertugas.</p>
<p>Ramadhan, di mana jam dini hari justru menjadi prime-time. TV bertabur acara nomor satu. Lalu-lintas fesbuk mendadak meningkat tajam! Ramadhan, saat solidaritas mendadak meningkat tajam dari sebelumnya yang sudah sangat baik. Berbondong orang-orang iklhas saling membangunkan untuk sahur. Ayat-ayat suci Al-Quran itu, yang kadang jadi &#8220;pengganggu&#8221; tiba-tiba menjadi begitu indah. Sekalipun kita tak bisa membaca Quran. Kenapa indah? Karena Tuhan membahasakannya bukan dengan bahasa mata atau telingan belaka, melainkan bahasa batin. Selama batin kita bisa mendengar, kita bisa mencernanya (bahasa-bahasa Al-Quran itu).</p>
<p>Ramadhan, luruhkannlah semua. Ibarat kita meluruhkan kotor dan noda pada kain baju. Biarkan air pencuci itu keruh coklat, untuk kita buang. Kita bilas dengan air yang bersih &#8211; jernih &#8211; segar. Dan kita kembali menjadi kain putih yang bersih &#8211; harum &#8211; bersinar. Jangan biarkan kotoran itu mengendap dan kembali merasuk mengotori kain putih batin kita. Bilas, bilas, bilaslah hingga bersih.</p>
<p>Ramadhan, bukankah semua itu adalah benar adanya? Terjadi adanya? Kalaupun toh belum, kiranya itulah yang kita inginkan dan kehendakkan. Benarkah demikian?</p>
<p>Marhabban ya Ramadhan!* Posted on http://asiaid.wordpress.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=28&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2009/08/22/catatan-ringan-1-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara babi, alkohol, dan gentlement-agreement, an anvanced preview!</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2009/02/14/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement-an-anvanced-preview/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2009/02/14/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement-an-anvanced-preview/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 19:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/2009/02/14/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement-an-anvanced-preview/</guid>
		<description><![CDATA[Yup, waktu kecil kita diajari kenapa babi atau alkohol (khamr) itu haram dikarenakan sekian alasan (pelanggaran) syariahnya. Persoalannya, kala zaman tambah maju, argumen-argumen syariah tersebut justru terbantahkan. Koq? Yup, banyak yang maem babi ternyata tidak berpenyakit sebagaimana kita ditakut-takuti dulu kala. Yup, banyak yang bisa menjaga dosis minum minuman beralkoholnya dan mereka tidak pernah sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=26&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yup, waktu kecil kita diajari kenapa babi atau alkohol (khamr) itu haram dikarenakan sekian alasan (pelanggaran) syariahnya. Persoalannya, kala zaman tambah maju, argumen-argumen syariah tersebut justru terbantahkan. Koq?</p>
<p>Yup, banyak yang maem babi ternyata tidak berpenyakit sebagaimana kita ditakut-takuti dulu kala. Yup, banyak yang bisa menjaga dosis minum minuman beralkoholnya dan mereka tidak pernah sampai mabuk atau mendapatkan defek atas hobinya tersebut.</p>
<p>Lantas, mengapa haram?</p>
<p>Bagi yang sudah lewat diskusi syariahnya, tentu kita akan dihadapkan pada ruang diskusi aqli yang lebih mendalam, lebih &#8220;berperasaan&#8221;, lebih instingfull, tetapi tetap berpijak pada statemen naqli-Nya.</p>
<p>Kenapa kita mesti tetap mengusung diskusi ali, sementara jawaban naqlinya udah jelas? Sepele saja, bila semua hal kita tembakkan langsung ke jawaban naqli, otak akan macet bekerja. Dan, kita sudah mati dalam hidup. Ini seperti beberapa (banyak sih) PNS yang saya temui, yang mana (mereka) mengatakan, &#8220;Buat apa diskusi (debat), mereka (yang berdiskusi itu) hanya mencari benarnya masing-masing?!&#8221;</p>
<p>kalau mereka memahami bahwa hakikat diskusi dan (yang sedang dilakukan) orang berdikusi sebenarnya adalah mengerucutkan solusi pada satu masalah (meski kadang bahasanya berteriak-teriak dengan argumen yang &#8220;seolah&#8221; mencari benarnya sendiri), tentu (barangkali) mereka tak akan jadi PNS. Pasti jadi manajer sukses <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pun sebaliknya, bila hanya akal (aqli) saja yang kita gunakan untuk mendiskusikan sesuatu tanpa berselimutkan hawa naqli, orang banyak mngkhawatirkan akan terjadi kariritas. Naudzubillah&#8230;!</p>
<p>Mengapa haram, sementara argumen syariah yang mengharamkannya &#8220;bisa&#8221; dibantah? Kita akan menginjak jawaban dengan argumen hakikatnya. Hakikatnya, ada gentlement-agreement antara kita yang menganut pakem bahwa babi, alkohol, judi, dll. yang diharamkan itu adalah haram halnya. </p>
<p>Gentlement-agreement itulah jawabannya. Di sini, dalam gentlement-agreement, yang oleh kaum muslim distatement-kan dengan dua kalimah syahadat, adalah hakikat sesungguhnya pada hal-hal yang diwujudkan atau tampak secara syariah.</p>
<p>Hakikat ini adalah softwarenya, emotional-object-nya. Ia ada, namun tak tampak. Dampak alkohol adalah tampak: serangan pada liver atau otak. Namun, gntlement-agreement yang hakikatnya ada adalah &#8220;tak&#8221; tampak.</p>
<p>Apa dampak fisik pada pelanggaran gentlement-agreement? Sakit panu? Bukan! Sakit jantung? Bukan!</p>
<p>Sakit hati? Mungkin bukan!</p>
<p>Susah tidur? Bisa ya, bisa bukan! Dikucilkan dari pergaulan? Itu waktu kita masih kecil. Sekarang belum tentu, justru bisa jadi sebaliknya, banyak teman. Lantas? Merosotnya nilai &#8220;kejantanan&#8221; kita sebagai manusia.</p>
<p>Di mana terlihatnya? Tidak ada yang tahu, namun bisa terjadi. Seperti: ditinggalkan tiba-tiba oleh orang-orang yang sebelumnya mengaku setia pada kita.</p>
<p>Tidak didengarkannya lagi kata-kata kita oleh orang-orang yang sebelumnya mengaku menjadi kaum dan golongan kita.</p>
<p>Tidak dianggapnya lagi keberadaan kita oleh orang-orang yang sebelumnya mengaku menjadi orang-orang terdekat kita.</p>
<p>Yang mana, biaanya semuanya sebelumnya bisa terjadi dengan kesemuan, dengan sesuatu yang tidak hakiki, dengan sesuatu yang bentuk teknis belaka: uang (bentuk teknis, bukan hakikat), harta-benda (bentuk/wujud teknis, bukan hakikat), dan semacamnya.</p>
<p>Berbeda dengan dampak positif yang dihasilkan oleh sebuah hakikat. Bila kita senantiasa menghargai orang (menghargai orang = wujud hakikat, bukan semata bentuk teknis) kita juga akan dihargai orang (dihargai orang = bentuk hakikat, bukan wujud teknis belaka). Bila kita berbuat sportif, jujur, gentle (semuanya wujud hakiki, bukan wujud teknis semata) kita juga akan mendapatkan balasan hakikat baik pula. </p>
<p>Pun sebaliknya jika kita berhakikat buruk (negatif), seperti curang, kita juga akan dicurangi. Tidak jujur, kita juga akan senantiasa kecurian. menipu orang, kita pasti akan kehilangan lebih.</p>
<p>&#8230;seperti hanya bila kita tak gentle dengan perjanjian kita pada-Nya. Kita juga akan tidak di-gentle-i oleh pihak lain, siapapun itu. Dan Insya Allah itu pasti.</p>
<p>&gt;&gt; Wejangan untuk diri sendiri khususnya, writen on Aspire5050</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=26&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2009/02/14/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement-an-anvanced-preview/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara babi, alkohol, dan gentlement-agreement!</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2008/12/20/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2008/12/20/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 16:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa babi haram? Kenapa alkohol haram? Jawaban naqlinya adalah karena itu perintah Allah. An sich! Tapi, jawaban beginian &#8220;nggak lucu&#8221;. Jawaban aqlinya, karena alkohol merusak jaringan otak, menyebabkan kematian, dst. Karena babi mengandung cacing berpenyakit, tidak memiliki leher sehingga sulit disembelih dengan teknik pemutusan langsung pembuluh vena berdarah kotor, dst. Namun, jawaban demikian juga sudah&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=23&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa babi haram? Kenapa alkohol haram? Jawaban naqlinya adalah karena itu perintah Allah. An sich! Tapi, jawaban beginian &#8220;nggak lucu&#8221;. Jawaban aqlinya, karena alkohol merusak jaringan otak, menyebabkan kematian, dst. Karena babi mengandung cacing berpenyakit, tidak memiliki leher sehingga sulit disembelih dengan teknik pemutusan langsung pembuluh vena berdarah kotor, dst. Namun, jawaban demikian juga sudah&#8221; basi&#8221;. Untuk mengetahui jawaban teknis dan aqli tentang keharaman babi dan alkohol, juga segala lainnya yang diharamkan, googling saja, banyak banget  <em>posting</em>-annya.</p>
<p>Secara aqli juga, keharaman babi dan alkohol menurut kondisi teknisnya sudah banyak yang tak sesuai, atau &#8220;basi&#8221; saya katakan tadi. Bagaimana bila babi dipelihara dengan sangat higienis dan bersih-sehat? Predikat binatang terjoroknya layak dipertanyakan. Pun alkohol. Konon merusak otak. Pada level seberapa? Alkohol pada level &#8220;sedikit&#8221; justru membantu menghancurkan lemak. Itulah kenapa kaum suku Badui yang terbiasa mengkonsumsi singkong dan tape memiliki badan sehat, umur yang &#8220;panjang&#8221;, segar-bugar jiwa dan pikiran. Termasuk hati dan nurani mereka.</p>
<p>Kalau ketakutan bahwa kecanduan alkohol dimulai dari kebiasaan meminum dalam dosis kecil, kenyataan yang saya saksikan sendiri, saya mendapati ada beberapa yang suka mengkonsumsi minuman beralkohol dan tidak sampai kecanduan. Mereka, beberapa teman dekat saya, biasa mengkonsumsi anggur dalam dosis wajar, secara rutin/periodikal, dan tidak pernah sampai berlebihan dan kecanduan.</p>
<p>Di mata saya, ketakutan awal kecanduan alkohol yang bermula dari dosis kecil langsung terpatahkan.</p>
<p>Tentu premis ini tidak berlaku general. Sekaligus hipotesis yang berlaku umum juga tak bisa digeneralisasikan. Pun beberapa teman saya yang non-muslim yang terbiasa maem babi juga segar bugar, sehat walafiat (malah saya yang sering sakit).</p>
<p>Lantas, apa dalil aqli yang masuk untuk &#8220;tetap memaksa&#8221; untuk mengharamkan babi, alkohol, dan kawan-kawannya? Adakah? Ada!</p>
<p>Hal tidak kelihatan yang termaktub dalam &#8220;persyaratan teknis&#8221; syairah adalah persyaratan konseptual. Bila ada yang bisa mengontrol dosis konsumsi alkoholnya pada &#8220;batas aman&#8221;, juga mengkonsumsi babi dalam kondisi &#8220;sehat&#8221;, mengapa masih haram?</p>
<p>Adalah gentlement-agreement (perjanjian ksatria) antara kita dengan yang mengharamkan barang-barang tersebut. Islam seyogyanya adalah agama gentlement-agreement.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=23&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2008/12/20/antara-babi-alkohol-dan-gentlement-agreement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lupakan bahasa, lupakan Indonesia!</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2008/12/04/lupakan-bahasa-lupakan-indonesia/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2008/12/04/lupakan-bahasa-lupakan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 09:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jangan banyak omong, tulis saja!&#8221; (HB Jassin) Sungguh sempurna Bapanda HB Jassin memberikan warisan untuk anak-anak bangsa ini. Tulis, bahasa tulis berbeda dengan bahasa lisan. Bahasa lisan adalah bahasa lisan. Bahasa lisan adalah bahasa kontekstual. Unsur waktu, pihak yang sal;ing berkomunikasi, kondisi budaya, letak geografis dan demografis, dsb. yang melekat pada (masing-masing) individu akan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=20&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jangan banyak omong, tulis saja!&#8221; (HB Jassin) Sungguh sempurna Bapanda HB Jassin memberikan warisan untuk anak-anak bangsa ini. Tulis, bahasa tulis berbeda dengan bahasa lisan. Bahasa lisan adalah bahasa lisan. Bahasa lisan adalah bahasa kontekstual. Unsur waktu, pihak yang sal;ing berkomunikasi, kondisi budaya, letak geografis dan demografis, dsb. yang melekat pada (masing-masing) individu akan sangat berperan. Artinya, orang Yogya bilang &#8220;asu&#8221; dengan orang Jember mengatakan kata yang sama mungkin makna kontekstualnya sudah berbeda.</p>
<p>Dengan kata yang sama orang Yogya sudah bisa gelap mata dan berbuat non-manusiawi. Namun orang di luar budaya (mataraman) Yogya mungkin menterjemahkannya ssecara harfiah belaka: bahasa Jawa dari anjing (nah, kata ini di budaya Betawi juga bisa runyam kalau diucapkan dengan intonasi tertentu, sementara di buku teks IPA jadi kata umum belaka).</p>
<p>Bahasa tulis adalah bahasa tekstual. Dia hanya akan memaktub dua konten: harfiah dan istilah. Dengan segenap varian metamorfosisnya: peyoratif, sinonim, akronim, majas/peribahasa, dan lain sebagainya. </p>
<p>Pada konten istilah, seolah ini kontekstual, namun sebenarnya dia &#8220;harus&#8221; berlaku generik, universal, multiversal. Dia akan menerobos batas-batas kontekstual tertentu.</p>
<p>Mengatakan sejauh mana keberhasilan seorang presiden, adalah bahasa tekstual yang musti berlaku generik, universal. Dengan masing-masing pemilihan kata dan susunan kalimat, prestasi seorang presiden mesti fair dijelaskan ke seluruh rakyat. Artinya, tukang becak, buruh (selama mereka bisa baca dan &#8220;membaca&#8221;) hingga profesor harus memiliki hasil pemahaman yang sama. Seorang presiden yang dianggapp berprestasi oleh segolongan pihak dan dianggap lain oleh golongan lain, mungkin dia sejatinya belum sepenuhnya berprestasi. Atau kalau sebenarnya iya, mungkin juru bicaranya yang kurang cakap menyampaikan. Kalau masih belum juga, tetap ada kemungkinan bahwa media massa sudah tidak fair menjalankan tugasnya.</p>
<p>Mestinya, koran kalangan bawah dengan bahasanya sendiri harus menyampaikan hal sama dengan koran untuk kalangan strata sosial: pendidikan dan ekonomi atas. Kata dan kalimat yang dipilih dan digunakan tidak mesti sama. Namun bahasa yang digunakan tetap harus sama, generik, universal, multiversal. Mohon dipahami.</p>
<p>Bahasa adalah istilah. Sebab semua unsur kontekstual akan menjadi komponen pembentuk universalitas dan multiversalitas. Pemakai Blackberry atau Nokia 1200 atau SE J220 harus memiliki makna yang sama atas hanset/handheld yang mereka miliki: mengkomunikasikan hal penting dan/atau manusiawi ke lawan komunikasi mereka. Pemakai Blackberry, seorang ibu, akan segera memotret bayi yang dia lahirkan dan meng-attach foto tersebut ke alamat ratron (surat elektronik, email) suaminya yang sedang mengemban tugas negara diu luar negeri. Seorang sopir bis bisa terharu menerima SMS dari anaknya yang berhasil lulus sarjana di perguruan tinggi, dan menjadi saksi atas sumpah sang putra yang akan mengembalikan uang subsidi negara yang telah dia gunakan selama kuliah (melalui beasiswa atau SPP yang (&#8220;relatif&#8221;) murah) kepada negara dengan mengabdikan diri serta mendedikasikan ilmunya untuk negara, mungkin dengan mejadi nelayan yang kemudian ia mengembangkan ikan air tawar asli Indonesia, sehingga menguatkan pasar ekspor bangsa.</p>
<p>Sebagian kecil, saya berharap ilustrasi di atas bisa menjadi contoh universalitas, multiversalitas, dan generikitas bahasa. </p>
<p>Termasuk dalam kebersamaan. </p>
<p>Di luar negeri, pegawai pemerintah disebut dengan public-servicer, pelayan publik atau pelayan masyarakat. Universalitas dan multiversalitas serta generikitas bahasa (frasa) tersebut jelas. Konten yang termaktub dan konteks yang meliputinya jelas. Barang siapa mereka yang duduk pada posisi tersebut tidak bersedia melayani masyarakat, jelas mereka telah berkhianat, berkhianat atas amanah yang kemudian termakna oleh bahasa tersebut.</p>
<p>Pulau-pula &#8220;terluar&#8221; di Indonesia, sesungguhnya sebagaimana tertulis dalam sebuah opini di Kompas, adalah pulau-pulau terdepan di Indonesia. Di mana-mana, di kantor, di rumah, di kendaraan, bagian depan adalah bagian yang menghadap, bagian yang &#8220;didahulukan&#8221;, bagian yang &#8220;nomor satu&#8221;. </p>
<p>Berbeda dengan pulau terluar, sebagaimana halaman pekarangan terluar rumah kita, relatif pasti akan diperhatikan belakangan setelah kita menata bagian depan (teras, pintu gerbang) rumah kita, di mana kita berhadapan dengan pihak luar.</p>
<p>Orang sudah jamak mengutuk Suharto dengan pengatasnmaan rawan pangan, atau gangguan stabilitas nasional, unsur subversif, dll. yang ia lenceengkan dari konteks sesungguhnya; konteks universalitas, multiversalitas, dan generikitas tersebut. Semua ia ganti dengan konteks Suhartonisme.</p>
<p>Bahasa marketing/pemasaran (karena saya orang komunikasi pemasaran) sesungguhnya adalah bahasa universalitas, multiversalitas, dan generikitas. Pemakai Blackberry akan memiliki makna yang sama dengan pemakai SE J220. Kecuali pada konteks masing-masing (kelompok) individunya. Bila tidak ada universalitas dan multiversalitas di dalamnya, mungkin ada sedikit kesalahan yang harus segera dan seceepatnya diperbaiki.</p>
<p>itulah kenapa di luar negeri gerbong eksekutif dan ekonomi berada di kereta yang sama. Kelas VIP dan ekonomi berada pada kapal atau pesawat yang sama. Bukan berangkat sendiri-sendiri. Sebab universalitasnya dan multiversaluitasnya, semua membutuhkan waktu tempuh yang sama cepat, kedatangan yang segera, serta &#8220;kenyamanan&#8221; (baca=kemanusiawian) yang serupa. Hanya satu suka AC karena dingin dan bisa tidur nyenyak, satunya suka gerbong &#8220;angin cendela&#8221; agar bisa merokok.</p>
<p>&gt;&gt;Di atas Harapan Jaya yang melaku Surabaya &#8211; Kediri,<br />
written in iBook</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=20&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2008/12/04/lupakan-bahasa-lupakan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DPR(D) yang menjijikkan!</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2008/11/28/dprd-yang-menjijikkan/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2008/11/28/dprd-yang-menjijikkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 20:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Judul tulisan ini menjijikkan banget, sadis, kejam, seolah tak berprikemanusiaan, namun demikianlah adanya. Tidak semuanya, bukan keseluruhan. Namun memang ada kondisi yang mewakili, sebuah kondisi part pro tato, sebagian mewakili keseluruhan. Terjemahan plesetannya begitu. Terjemahan ngawurnya, gara-gara ulah segelintir (anggota) DPR(D) maka komplotan DPR(D) jadi tercap demikian (jangan-jangan, sebagaimana rahasia umum, memang demikian itu adanya)! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=15&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul tulisan ini menjijikkan banget, sadis, kejam, seolah tak berprikemanusiaan, namun demikianlah adanya. Tidak semuanya, bukan keseluruhan. Namun memang ada kondisi yang mewakili, sebuah kondisi part pro tato, sebagian mewakili keseluruhan. Terjemahan plesetannya begitu. Terjemahan ngawurnya, gara-gara ulah segelintir (anggota) DPR(D) maka komplotan DPR(D) jadi tercap demikian (jangan-jangan, sebagaimana rahasia umum, memang demikian itu adanya)!</p>
<p>Ini hanya gambaran dari satu sisi. http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_radar&amp;id=112488&amp;c=91 Sebuah arsip lama di Jawa Pos. Silakan buka-buka kembali Jawa Pos Anda. Mungkin ketemu beritanya. Kalo nggak, ya ngeluyur saja ke Graha Pena Surabaya. Gedung yang hebat karena dibangun pas krisis &#8217;98 datang mendera. Pihak manajemen sempat kelimpingan, namun akhirnya bisa meneruskan cita-cita (lebih dari sekedar ambisi kecil); membangun dan mendirikan Graha Pena. Salut!</p>
<p>Yap, sebuah berita yang mungkin kurang Anda kenali. Anggota DPRD Jember era tersebut sewot gara-gara laptop yang mereka terima terinstalasi Linux. Konon di berita versi Jawa Pos, mereka ngamuk-ngamuk karena tidak bi(a)sa menggunakan Linux.</p>
<p>Yang jadi pertanyaan, sebegitu sewotkah?</p>
<p>Ini sebuah perbandingan prinsipal, bukan perbandingan teknis. Linux, adalah sebuah sistem operasi, sebagaimana 19 sistem operasi ada di muka bumi ini, termassuk Windows, Macintosh, Solaris, BSD, Amiga, BeOS, dll. Yang Anda kenal cuma Windows? Bukalah sekarang kesadaran Anda.</p>
<p>Sebagaimana ponsel dengan berbagai sistem operasinya, masing-masing memiliki karakteristik masing-masing. Nokia akan menampilkan perintah demikian kemudian demikian untuk mengirim SMS. Samsung akan menampilkan menu ini kemudian masuk ke sini untuk mengganti nomor buku telepon. Motorola memberikan arah navigasi ke sini kemudian masuk ke sini untuk kita mendengarkan musik atau menyalakan radio. Masing-masing memiliki cara masing-masing yang tentunya berbeda, namun sama. Sama prinsipnya, sama fungsinya, sama maksudnya, sama tujuannya. Bahkan dalam beragam perbedaan tersebut justru kadang nilai kepraktisan dan kemudahannya berskor sama.</p>
<p>Yang ini, mungkin kita semua sudah paham benar.</p>
<p>Pun dengan komputer sebenarnya. Masing-masing sistem operasi memiliki maksud, tujuan, prinsip, dan fungsi yang sama juga. Baik Linux, Mac, Windows, Solaris, dll. masing-masing bekerja untuk memediasi Anda (brainware) dengan komputer dan berbagai perangkatnya (hardware). Itulah kenapa sistem operasi dan segenap aplikasi tersebut disebut software (perangkiat lunak).</p>
<p>Semua sistem operasi berkeinginan untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya. Tidak ada yang sedikitpun ingin menimbulkan kesulitan dalam pemakaian. Semua sistem operasi dan perangkat lunak, secara generik, juga memberikan fungsi yang sama. Baik dengan Linux, Mac, Windows, Solaris, BSD, kita bisa mengetik, memainkan musik, nonton VCD/DVD atau download-an klip porno anggota DPR, berinternet ria, atau main games.</p>
<p>Hanya kemudian secara detail, beberapa aplikasi akan sedikit berbeda, bahkan akan muncul aplikasi khusus untuk pengguna dan keperluan khusus. Dengan Solaris orang akan gampang mengendalikan satelit. Dengan Mac orang akan mudah mengerjakan pekerjaan grafis. Dengan Linux orang akan memiliki stabilitas dalam bekerja, entah officing atau internetting. Dengan Windows orang akan gampang mengkoleksi virus. Lho kok beda sendiri? Maaf, kenyataannya memang demikian. Windows berhasil mengundang 14.000 virus untuk menyerang dirinya. Yang lain tak ada. Sekali lagi, ini hanya kenyataan, bukan opini pribadi.</p>
<p>Untuk komputer bagi pengguna dan keperluan khusus tidak akan dibahas di sini. Yang kita bahas hanya komputer untuk pengguna dan kebutuhan umum, semacam mengetik, berinternet, mengakses data-base ringan, memainkan musik, dll.</p>
<p>Saya percaya, kebutuhan komputer untuk anggota dewan (Jember) termasuk kebutuhan dengan kategori umum. Kalau toh dalam berita dinyatakan untuk mengakses database ke sistem induk, tentu database dalam bentuk hasil kahir yang mereka akses. Dan ini masih masuk dalam kategori kebutuhan generik. Rasanya mustahil bagi pengguna umum, dalam konteks ini anggota dewan, untuk mengakses database secara sistemik atau administratorial. Karena di mana-mana, sebuah database akan terlindungi dengan struktur hierarki pengguna dengan status hak akses masing-masing (pasti anggota dewan dalam koran tersebut bingung membaca ini. Mohon bantuan kepada kawan-kawan TI untuk membahasakannya secara awam, terima kasih).</p>
<p>Artinya, pada kebutuhan generik tersebut, sebenarnya lemah alasan bagi anggota dewan untuk memaksakan diri menggunakan sistem operasi Windows. Nalar saya mengatakan ada yang aneh pada alasan ini.</p>
<p>Kalau dikatakan kebiasaan, yang mana dikatakan bahwa daripada anggota dewan yang terhormat tidak biasa menggunakan Linux dan hanya bisa (?) menggunakan Windows, alasan ini saya pikir terlalu mengada-ada. Ini seperti orang yang mengatakan, saya biasa menggunakan ponsel Samsung, susah menggunakan Sony Ericcson. Pada awal sekali pasti ya, akan ada sedikit prosesi tersendiri yang itu disebut adaptassi, bukan kondisi yang mewakili telah terjadinya sebuah kesusahan proses secara sebenarnya.</p>
<p>Pada hal penggunaan akhir dan pada kondisi penggunaan generik, Linux, Windows, Mac sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan. Kalau toh ada perbedaan pada sisi administeringnya, khusus untuk kelompot anggota dewan, ini juga tanggung jawab mas administrator sistemnya, bukan masing-masing dari mereka. Tugas mereka, para anggota dewa yang terhormat, hanya sekedar menggunakannya untuk alat produktif. Berinternet dan mengenali kondisi luar negeri sehingga memangkas proses dan biaya kunjungan ke luar negeri. Dan sejenisnya.</p>
<p>Lantas, nalar apa yang membuat pembelian sistem operasi Windows (plus bonus ancaman 14.000 virus) ini bisa diterima? Saya pikir sama sekali tidak ada. Dengan Linux para anggota dewan bisa mengetik secara sempurna. Bisa memainkan musik, menonton film, mengakses hasil produksi database, dll.</p>
<p>Sesungguhnya, dengan menggunakan Linux, para anggota dewan telah mendapatkan komputer yang stabil, tangguh, lancar, aman dari serbuan 14.000 virus, serta hemat sekian juta per komputer (kali sekian puluh komputer).</p>
<p>Akhirnya, nalar kami masyarakat awam politik seperti ini jadi ngeres, jadi mikir yang tidak-tidak, seperti jangan-jangan memang hal ini sengaja dijadikan proyek. Biar ada duit keluar anggaran. Biara ada&#8230; naudzubillah, saya jadi benar-benar mikir ngeres.</p>
<p>Atau, jangan-jangan memang anggota dewan tersebut banyak yang tak ada kualitasnya, sehingga kesamaan mengetik di Microsoft Word dengan OpenOffice.org seolah berbeda bagi mereka? Tahun 2006, saya mendapati kondisi bahwa Linux sudah pada kondisi mature, dewasa, matang, dan sudah sempurna secara umum. Berbeda dengan tahun 2000-anj ketika awal-awal saya mencoba menggunakan Linux.</p>
<p>Kondisi yang memang sudah umum dibicarakan masyarakat: kondisi anggota dewan yang miskin kemampuan namun pada kaya harta. Lha, aneh &#8216;kan? Orang pinter, cerdik cendikia, profesor, brahmana saja banyak yang nggak punya materi apa-apa dalam hidupnya, kecuali wajah yang memancarkan aura bersih, jernih, dan mendamaikan siapa saja yang dekat dengan mereka karena kesucian hati mereka untuk mencari dan menerima yang benar serta kesediaan untuk senantiasa terbuka terhadap hal baik tanpa berpretensi apapun kecuali kebaikan itu sendiri.</p>
<p>Anggota dewan DPR(D) Jember yang mulia tersebut, bikin nalar saya ngeres karena kelakuan mereka yang susah diterima nalar. Bayangkan, sekian juta uang rakyat, sekali lagi UANG RAKYAT! terpaksa melayang untuk hal yang seharusnya bisa dihindari.</p>
<p>Kelakuan orang tua yang menjijikkan dan tak patut ditiru anak muda.</p>
<p>&gt;&gt; Written in iBook, tentu dengan MacOS!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=15&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2008/11/28/dprd-yang-menjijikkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Papua</title>
		<link>http://asiaid.wordpress.com/2008/11/27/papua/</link>
		<comments>http://asiaid.wordpress.com/2008/11/27/papua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 08:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lovely Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasionalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asiaid.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Papua adalah provinsi di ujung timur Indonesia. Provinsi yang kaya raya dengan sumber daya alamnya. Sayang, ini yang jadi biang perkara banyak pihak. Banyak petinggi angkatan perang republik ini yang &#8220;main saham&#8221; di sana. Membekingi aksi penggundulan hutan liar-liaran, atau justru mereka sendiri yang jadi direkturnya. Dan ini sudah menjadi rahasia plus pengetahuan umum Para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=12&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Papua adalah provinsi di ujung timur Indonesia. Provinsi yang kaya raya dengan sumber daya alamnya. Sayang, ini yang jadi biang perkara banyak pihak. Banyak petinggi angkatan perang republik ini yang &#8220;main saham&#8221; di sana. Membekingi aksi penggundulan hutan liar-liaran, atau justru mereka sendiri yang jadi direkturnya. Dan ini sudah menjadi rahasia plus pengetahuan umum</p>
<p>Para pemudanya giat belajar, sayang suka mabuk-mabukan. Ini juga atas laporan pandangan mata masyarakat di sekitar kampus-kampus di mana mereka berkumpul. Dan, Freeport dijadikan cashcow bule. Saya percaya ini sepenuhnya, bahwa negara kita hanya mendapat bagian kecil, yang banyak justru masuk ke kantong pribadi keparatur pemerintah.</p>
<p>Tapi, saya cinta Papua, meski belum pernah melihat dan menginjakkan kaki ke sana. Tentang Papua Anda bisa melihat di wikipedia atau website resmi pemerintah Papua. Yup, website resmi pemerintah provinsi Papua reformis juga, berani menampilkan sms pedass dari warganya. Salut! Semoga keberanian ini juga berbuah tindakan nyata di lapangan untuk segera mengsolusinya.</p>
<p>Di internet juga bertebaran berbagai website tentang Papua, termasuk website gerilya kaum pemberontak OPM. Maaf saya katakan pemberontak, karena sejauh ini Papua memang legal wilayah kekuasaan RI. Ada situs &#8220;resmi&#8221; opm di sebuah hoting gratis. Ada situs media massa(nya) di sebah domain. Sayangnya, dari paparan, visi, misi, dan agitasi mereka tidak terlalu kuat, mengena, dan kualitatif.</p>
<p>Saya pribadi melihat visi/misi pemberontak tersebut sebagai sebuah gerakan kekecewaan pada keparatur pemerintahan RI, saya belum melihat alasan yang kuat bagi mereka untuk &#8220;menentang&#8221; negara RI (negara tidak sama dengan pemerintahan). Kalau alasannya hanya sekedar kecewa dengan keparatur pemerintah RI, mungkin saya adalah warga negara RI yang jauh lebih kecewa dibanding mereka. Bisa jadi lho!</p>
<p>Bila alasan historikal yang diposisikan sebagai klausul pemberontakan, ah, alasan ini juga sangat debatabel. Toh di atas kertas sebenarnya posisi RI sangat amat kuat atas hal ini. Ini berbeda memang dengan klausul Timor-timur. Yang sayangnya, saya justru kasihan mereka harus terpisah dari Indonesia.</p>
<p>Semua akar permasalahan adanya Papua yang bergejolak, Aceh yang marah, hingga Timor-timur yang akhirnya lepas tak lebih dari satu hal saja: kebangsatan para bangsawan pemerintahan ini kemarin. Kebangsatan Suharto yang sudah mati itu mungkin.</p>
<p>Jangankan mereka bertiga, saya lihat sendiri kala kemarin habis lengsernya Suharto, bagaimana jalan di Sulawesi yang maha parah. Sempit, aspalnya hancul, sehingga bis antar kota bila hendak bersimpangan harus berhenti salah satunya.</p>
<p>Kondisi alam? Sama sekali bukan. Jelas kondisi keparatur pemerintah, yang mungkin banyak menyunat anggaran untuk daerah. Sebagaimana provinsi Kaltim yang dulu hanya menerima sedikit sekali dari sumber daya alam yang mereka miliki.</p>
<p>Saya sangat benci terhadap mereka yang menginginkan perpecahan atas negeri indah nan kaya-raya ini. Kalau saya jenderal, tak ada ampun lagi, detik itu juga mereka yang terbukti menginginkan perpecahan akan langsung saya tembak mati. Ini sudah bukan ranah sipil, jelas ini adalah gerakan separatis yang sudah menyangkut hukum militer. Oleh karena itu, tembak di tempat kaum pemberontak. Semuanya.</p>
<p>But, saya juga benci sentralism. Yang membuat Jakarta jadi maha sok. Saya pendukung berat otonomi. Atau federalisme. Atau disposisi kekuasaan. Atau apalah namanya. Intinya, setiap daerah memiliki karakter budaya, sistem kekerabatan, sumber daya alam sendiri-sendiri. Semuanya perlu sistem pengelolaan yang independen. Pusat cukup menjadi koordinator saja semestinya. An sich.</p>
<p>Kenyataan, semua negara besar dan maju di dunia ini menganut sistem disposisi kekuasaan. Amerika, Jerman, Inggris Raya, Malaysia, India (India maju lho!), juga zaman Rasulullah kemarin. Jelas sekali tata kenegaraan mereka. Indonesia?</p>
<p>Semoga 2009 bisa menjadi titik tolak disposisi ini.</p>
<p>Papua yang indah, sayang menjadi korban kebiadaban keparatur pemerintah Indonesia, juga korban pemanfaatan kesempatan oleh warganya sendiri. Mungkin satu hal yang bisa kita lakukan adalah: kunjungi Papua sesering mungkin.</p>
<p>Beri empati, kepercayaan, kesempatan, dan keikhlasan kita kepada saudara-saudara di Papua untuk bangkit maju membangun Papuanya, Papua kita.</p>
<p>Terus tekan pemerintah RI untuk segera menasionalisasi Freeport. Gerus budaya kontraproduktif kepada adik-adik pelajar dari Papua. Camkan ke mereka bahwa mereka semua adalah ayam jantan dari timur, mutiara hitam nan mahal harganya. Kaum-kaum artistik penuh bobot.</p>
<p>Nimkati alam raya indah papua, lindungi kelestarian dan keberadaan hutan tropis mahal kita. Gantung di lapangan mereka yang terbukti menjarah hutan Papua. Matahari terbit dari timur, tapi di Indonesia matahari terbit dari Papua, bukan dari Jepang! Papua adalah sumber sinar, nafas baru, harapan kuat, dan sumber kebahagiaan kita semua.</p>
<p>Sadarkan mereka yang suka jalan-jalan ke Singapura dan berbelanja foya-foya menghabiskan devisi di sana. Sadarkan mereka, malu kalau pergi ke luar negeri namun belum pernah mengunjungi Papua, tempat teman bijak kita berada.</p>
<p>Saya ingin sekali mengujungi Papua, tempat saya memiliki ikatan emosional dengannya. almarhum Bapak syaa adalah pekerja tambang di Tembagapura. Nama saya berkaitan dengan Tembagapura. Papua, cinta kami semua untukmu.</p>
<p>&gt;&gt; Written in iBook</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asiaid.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asiaid.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asiaid.wordpress.com&amp;blog=5611790&amp;post=12&amp;subd=asiaid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asiaid.wordpress.com/2008/11/27/papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">asiaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
